This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

NGGAK NUNGGU KAYA UNTUK BERQURBAN



ilustrasi nyari di google


Tiga hari yang lalu saya menerima sebuah pesan tausiah melalui wa. Diceritakan dari seorang pedagang hewan kurban tetang pengalamannya.

Suatu hari seorang ibu datang memperhatikan dagangannya. Menurut si Bapak pedagang hewan qurban tersebut, kalau dilihat dari penampilannya sih sepertinya ibu tadi tidak akan mampu membeli, tapi tetap saja bapak tersebut menawarkan dagangannya -namanya juga pedagang yak J- dan ternyata ibu tersebut menunjuk salah satu kambing termurah. Saat itu ditawarkan dengan harga Rp. 700.000. tawar menawarpun terjadi, terakhir ibu tersebut akhirnya mengatakan kalau uang yang dia miliki hanya Rp. 500.000. Bingunglah si bapak tersebut karena harga pas yang dia tawarkan ke Ibu tadi Rp. 600.000. itupun untungnya tipis, katanya. Si bapakpun berembuk dengan teman-temannya dan akhirnya sepakat “Astaghfirullah…, Allahu Akbar…” begitu kata bapak tadi. Rupanya ibu pembeli itu tinggal di rumah gubug berlantai tanah. Tampak dari luar, di dalam rumah tersebut seorang nenek tua kurus yang tidur di dipan kayu beralaskan tikar. Rupanya si ibu tinggal cuman bertiga di sana, nenek tua itu -yang ternyata adalah ibunya- dan satu orang putranya.

“Mak… bangun Mak, nih lihat saya bawa apa?”, Kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.
“Mak, saya sudah belikan Emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya Mak…”, kata si ibu itu dengan penuh kegembiraan.
Si nenek tampak terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.
Rupanya selama ini si ibu pembeli kambing itu mengumpulkan setiap uang yang dia peroleh dari hasil kerjanya sebagai tukang cuci. 

Yup… sudah… begitu ringkasan ceritanya. Saya tulis ulang dengan bahasa saya, supaya gak kepanjangan J.
Huhu terharulah saya… Tidak banyak lho orang-orang yang seperti si Ibu itu. Apa pesan moral yang bisa kita ambil? Iya benar… (sudah kayak pemandu acara kuis belum? J ). Yang pasti insyaAllah, dengan izin-Nya, kita bisa meraih apa yang menjadi mimpi kita. (hihi kalimat ini jadi mengingatkan saya pada mentor saya di Sekolah Perempuan. Teh Indari Mastuti. Itu lho foundernya IIDN). Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah. Ibu tadi, walaupun hidupnya sangat sederhana –malah mungkin berkekurangan- tapi ia bisa meraih amal shalih yaitu berqurban dan sekaligus membahagiakan orang tuanya.

Hanya tiga hal yang kita perlukan untuk meraih mimpi kita. Yang pertama, niat. Itu yang ada pada si Ibu. Niat yang kuat untuk bisa berqurban untuk ibundanya. Dan ini adalah target  yang ingin dia capai. Berikutnya usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapai target. Tentu gak cukup dengan niat saja dong… Iya sih niat yang baik itu sudah dapet catatan satu pahala, tapi… musti ada usahalah untuk mewujudkan niat itu. Dan itu pulalah yang dilakukan ibu tadi. Dia upayakan dan itulah tekadnya. Dia bekerja keras, apa saja yang penting halal. Karena menurutnya bekerja adalah salah satu jalan untuk mendapatkan rizki. Betul apa betul?. Berikutnya yang ketiga, perencanaan yang matang. Yup. Tidak grasa grusu gitu kata orang jawa. Begitulah… Uang yang dia dapatkan dari bekerja, dia kumpulkan, dia tabung dan pada akhirnya terkumpul sejumlah uang yang bisa ia gunakan untuk membeli kambing untuk korban. Di luar itu, kalaulah akhirnya dia bisa dapat harga murah, itu adalah campur tangan Allah SWT yang memberikan pertolongan-Nya sehingga ibu tersebut bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya itu.

Nah kan… jadi sebenarnya kita tuh bisa kok mencapai apa yang mungkin di mata manusia adalah hal yang mustahil. Malulah kita yang kehidupan sehari-harinya tampak lebih mampu dari si Ibu tadi. Kalau dihitung-hitung berapa harga gadget yang kita punya, baju yang kita pakai, aksesoris dan lain-lain. Kita mampu membeli itu semua -ya meski ada juga sebagian yang ngredit hihihi- Tapi setidaknya dengan perencanaan keuangan yang tepat, berqurban setiap tahun insyaAllah bisalah kita lakukan. 

Apa? Masih bingung soal mengelola duit?... ya elah Sist kita ini tidak hidup di zamannya Mas Flinstone ya… pelatihan-pelatihan, workshop, seminar tentang perencanaan keuangan sudah buanyak. Yang gratisan juga sering di TV. Eh saya juga punya lho kenalan seorang konsultan keuangan -uhuk ngaku-ngaku-. Namanya Bu Rina Dewi Lina. Beliau ini Chief Operating Officer (COO) PT. Fokus Finansial lho. Kalau sahabat perlu jasa konsultan untuk dampingi membuat rencana keuangan, sampai memilihkan instrument investasi yang cocok dengan profile resiko orang tua. Atau membantu merealisasikan rencana keuangan, serta mengevaluasi hasil investasi, dan merekomendasikan apa yang harus dilakukan dengan kondisi ekonomi negara, nah… Beliau ini jagonya hehehe… Jangan kuatir, Beliau ini sudah lebih dari 15 tahun berkecimpung di industri keuangan kok. Kapan-kapan saya tuliskan profil Beliau ya…

Sstt… Tapi kalau sahabat ingin hitung-hitungan sendiri, bisa kok memanfaatkan CD di buku "Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya" yang ditulis oleh Beliau. Heheh secara… sewa jasa Perencna Keuangan itu mihil juga Bo… -kalau untuk ukuran kantong saya hihihi-. Bayarannya bisa sampai Rp 2,5 juta per satuan rencana.


0 komentar

Sekolah Perempuan Bukan Sekolahnya Laki-laki

Ini dia... sepintas lalu mendengar nama "Sekolah Perempuan" seolah sarat banget dengan gender ya?. Ya mungkin rasa itu didapat karena tercantum kata "Perempuan" di sana. Tapi emang iya sih ya... Sekolah ini didedikasikan oleh perempuan untuk perempuan dan dari perempuan. Yeah... tapi tunggu dulu... jangan terburu mengartikan ke"gender"annya. Kalau saya pribadi sih merasakan ini tak lain karena memang isinya adalah perempuan-perempuan hebat yang ingin melejitkan potensinya di dunia kepenulisan dengan bimbingan dan arahan perempuan-perempuan hebat juga. Ya... Itu saja! Bagi saya sih.

Goalnya untuk melahirkan 1000 penulis perempuan memang harus diacungi jempol. Secara materi, mungkin tidak jauh beda dengan pelatihan-pelatihan kepenulisan yang lain ya. Tapi, ah teteplah ada yang berbeda... Ya... kenyamanan berinteraksi dengan mentor yang pastilah karena mereka perempuan -dan saya juga perempuan- termasuk dengan sesama teman mentee yang semua perempuan. Kami bisa leluasa ber haha hihi karena sudah pasti interaksi dengan perempuan akan berbeda dengan laki-laki. Kemudahan berinteraksi ini pun tak kenal batas jarak. Karena komunikasi kami bisa off line dengan datang langsung ke markas di Jl. PLN Dalam I No. 1/203D Moh. Toha, Bandung atau secara on line melaui akses group rahasia di facebook. Jadi... jangan heran kalau pesertanya bisa melintasi batas negara.

Lalu... apa lagi yang menarik di sini? Hmmmm materi yang paling membekas dan sungguh saya sangat terkesan adalah... jreng jreng... ini dia... Personal Branding... wula... ini yang memantik rasa percaya diri saya untuk menulis dan menentukan brand apa yang akan saya bangun. Tapi yang pasti brand yang jujur, bukan abal-abal dan sekedar pencitraan sesaat. Iya memang pencitraan, tapi citra yang "inilah sesungguhnya saya, bukan rekayasa". Materi ini berkesan banget dan malah sebenarnya ada kelas tunggalnya juga lho.

Oh ya lagi... ada satu hal lagi yang istimewa di sini. Bimbingan dengan konsultasi yang ciamik untuk proyek satu buku... *huhu kapan ya pecah telornya?. Nah... kalau mau ikutan kelas kepenulisan InsyaAllah gak nyesel lho kalau gabung di sini.

Eits bentar... ini dia materi yang akan didapat oleh mentee di Sekolah Perempuan
1. Ide: Menangkap dan mengelolanya
2. Membuat outline naskah
3. Menulis novel bagi pemula
4. Riset dalam penulisan
5. Kalimat dan paragraf
6. Writer blocks dan manajemen waktu
7. Membidik pasar buku
8. Editing dan Revisi
9. Membuat proposal  naskah ke penerbit
10. Promosi buku sebelum dan sesudah terbit
11. Branding bagi penulis
12. Proses penerbitan buku
Itu semua akan disajikan tuntas selama tiga bulan dengan dua belas kali pertemuan. Gimana? Asyik apa asyik? hehehe
Mau tahu lebih banyak tentang Sekolah yang dibidani Teteh geulis Indari Mastuti ini?. Silahkan saja kunjungi http://www.sekolahperempuan.com/


2 komentar